Membuat Artikel yang Paling Banyak Di Komentar/ Artikel Populer

Hai sobat, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat Artikel yang Paling Banyak Di komentar/ Artikel Populer..
Silahkan disimak baik-baik yaaaa..

  •  Anda Copy Script dibawah ini,

<script language="javascript">
titlebold=false;
numposts=9999;
maxshowresult=5;
explanation="respon";
home_page="namabloganda.blogspot.com";
</script>
<script style="text/javascript" src="http://sangpengibul.googlecode.com/files/best.js"></script>

  • Lalu Dari Dashboard blogger, pilih Tata Letak - Elemen Halaman.
  • Kemudian klik Tambah Gadget dan pilih HTML/Javascript.
  • Terakhir Anda Tinggal Copy Script diatas tadi dan Selesai dechh,,

  • Catatan :
  1. Ganti yang berwarna merah dengan sesuka anda,,
  2. Explanation = Tulisan respon bisa juga diganti dengan Komentar
  3. Maxshowresult = seberapa banyak Artikel yang dimunculkan
  4. Home Page = Ganti dengan alamat Blog Kalian, tetapi harus yang berDomain .blogspot.com

Selamat Mencoba Teman….

33 Ribu Asteroid Padati Tata Surya

Sebuah survei terbaru dari NASA, mengenai batuan angkasa di sistem tata surya, menemukan sekira 20 komet, lebih dari 33 ribu asteroid, dan 134 objek angkasa lainnya yang berada dekat Bumi. Misi NEOWISE dari NASA baru saja menyelesaikan survei tersebut, yang mana tugas kedua dari teleskop angkasa Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE). WISE memenuhi tugasnya untuk memfoto langit secara keseluruhan satu setengah kali dalam cahaya infra merah tahun lalu. Demikian seperti yang dikutip dari Space.com.

"Katalog terbaru dari batuan angkasa tersebut membantu menambah pengetahuan kita mengenai isi dari tata surya," ujar para ilmuwan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa sangat penting untuk mempelajari lebih mengenai near-Earth objects (NEOs), yang terdiri dari asteroid dan komet dengan orbit, yang mana berpotensi untuk menabrak planet Bumi.

"Hanya satu tahun observasi dari proyek NEOWISE tapi sudah menambah data mengenai NEOs dan benda-benda lain di tata surya kita," ungkap Lindley Johnson, Program Executive for NEO Observation Program.

Setelah NEOWISE sukses menyelesaikan tugasnya, pesawat tanpa awak WISE akan kembali ke orbit dekat Bumi dan berubah ke mode hibernasi.

Teleskop angkasa WISE senilai USD320 juta tersebut diluncurkan pada bulan Desember 2009. WISE telah menangkap lebih dari 2,7 juta gambar dari objek angkasa, mulai dari galaksi kejauhan sampai ke asteroid dan komet yang berada dekat Bumi.

Observasi NEOWISE dapat membantu para ilmuwan untuk menjelaskan ukuran serta komposisi dari batuan-batuan angkasa yang baru ditemukan tersebut.

Ternyata Ada 2 Miliar Planet Yang Mirip Bumi di Galaksi Bima Sakti

Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa kemungkinan bintang yang memiliki planet menyerupai Bumi di galaksi Bima Sakti cukup banyak, yakni antara 1 di antara 37 planet. Berdasarkan pada kalkulasi terbaru, mungkin ada sekira 2 miliar planet mirip Bumi di galaksi Bima Sakti. Galaksi tersebut diperkirakan memiliki diameter 100 ribu tahun cahaya dan berisi 100 sampai 400 miliar bintang. Demikian seperti yang dikutip dari Softpedia.

Bintang kuning kecil mungkin adalah yang paling cocok untuk perkembangan planet yang mirip dengan Bumi. Atas alasan itulah mengapa para ilmuwan banyak mencari objek yang serupakarena besar kemungkinannya mereka akan menemukan kondisi yang bisa menyokong kehidupan.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan data yang dikirim oleh teleskop pemburu planet, Kepler, milik NASA, yang baru-baru ini mengungkap keberadaan 1.200 eksoplanet (planet di luar tata surya).

Proporsi dari bintang yang dianalisis untuk penelitian tersebut dibandingkan dengan jumlah dan jenis planet yang ditemukan di sekitarnya, serta membuat daftar kemungkinan yang dihasilkan berdasarkan perbandingan tersebut.

"Ini menandakan bahwa banyak planet yang mirip Bumi di luar sana. Dengan jumlah yang besar yang kemungkinan memiliki kehidupan cerdas di planet tersebut," ujar Joseph Catanzarite, ahli astronomi dari Jet Propulsion Laboratory milik NASA di Pasadena, California.

"Dan itu hanya baru dari galaksi kita saja, sementara ada sekira 50 miliar galaksi lainnya," tambah Catanzarite.

Penyelidikan terbaru ini juga mengungkap kalau bintang merah kecil mungkin juga memiliki eksoplanet mirip Bumi. Satu-satunya perbedaan di sistem perbintangan tersebut mungkin adalah jarak yang lebih dekat dengan bintang induknya.

"Saya berharap kalau suatu hari nanti, planet yang mirip Bumi bisa ditemukan di antara bintang-bintang tersebut," jelas Catanzarite.

Joseph Catanzarite dan ahli Michael Shao mempublikasikan analisis mereka di jurnal online Astrophysical Journa.

Penemuan Galaksi Mini di Sekitar Bima Sakti

Sebuah model teknologi canggih yang berjalan di super komputer milik AS telah mengungkapkan adanya galaksi satelit di sekitar Galaksi Bima Sakti. Saat dicari secara lebih nyata, memang ada jejak yang menunjukkan kehadirannya. Kini, model tersebut digunakan untuk mencari "sahabat" galaksi lain.

Beberapa waktu lalu, seorang astrofisikawan mengemukakan bahwa galaksi-galaksi spiral raksasa seperti Bima Sakti memiliki puluhan bahkan ratusan galaksi pendamping, baik yang ukurannya terlalu kecil maupun samar dilihat di langit malam hari.

Baru-baru ini, pernyataan ilmuwan tersebut kian terbukti. Awan Magellan kecil (The Small Magellanic Clouds) dan Awan Maggellan besar (The Large Magellanic Clouds) merupakan dua contoh galaksi kerdil yang mengorbiti Galaksi Bima Sakti.

Namun, yang membuat para ilmuwan tertarik dengan struktur kosmik yang lebih kecil ini adalah mereka mempunyai materi-materi yang lebih gelap.

Kedua galaksi kerdil itu ditemukan oleh seorang ahli yang berasal dari National Energy Research Scientific Computing Center (NERSC) bernama Sukanya Chakrabarti. Ilmuwan wanita ini menggunakan sejumlah super komputer di NERSC untuk mensimulasikan deretan model matematis untuk galaksi kita dan materi-materi di sekitarnya.

Dengan model teknologi buatannya itu, Chakrabarti berhasil mengidentifikasi sejumlah besar galaksi-galaksi gelap di sekitar Bima Sakti. Salah satunya, kata dia, terletak berlawanan dengan sisi Bumi dalam Bima Sakti. Jaraknya sekitar 300.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. (1 tahun cahaya = 10 triliun kilometer).

"Pendekatan kami memiliki implikasi yang luas untuk berbagai bidang fisika dan astronomi. Ia dapat mendeteksi secara tidak langsung materi-materi gelap yang rata-rata didominasi oleh galaksi kerdil, dinamika planet, dan evolusi galaksi yang dipengaruhi oleh galaksi satelit di sekitarnya," ujar Chakrabarti.

Sebelumnya, dia sempat mempresentasikan hasil simulasi awalnya tahun ini di Seattle, pada pertemuan American Astronomical Society. Pekerjaan itu dikerjakannya saat ia masih menjadi seorang peneliti di University of California di Berkeley (UCB).

"Saat ini, saya menggunakan metode saya untuk melakukan ujicoba teori-teori gratvitasi yang telah dimodifikasi dan berencana menjalankan simulasinya di NERSC," tutur Chakrabarti. Kabarnya, dia akan menyuguhkan hasil simulasinya itu dalam bentuk tiga dimensi.

Chakrabarti sekarang menjabat asisten profesor fisika di Florida Atlantic University. "Sistem NERSC benar-benar mempercepat pekerjaan saya. Sistem ini adalah sumber daya yang besar," pungkasnya.

Ternyata Terdapat Kehidupan Di Atmosfer Venus

Permukaan planet Venus tidak seperti Bumi yang ramah untuk makhluk hidup. Kesempatan untuk hidup di sana bahkan mendekati nol. Namun, menurut sejumlah ilmuwan, beda halnya dengan atmosfer Venus.

Menurut beberapa sumber, kemungkinan bentuk-bentuk kehidupan primitif masih beredar di antara gas-gas yang tercampur di lapisan atmosfer Venus.

Tidak berhenti di situ, para ahli mengatakan rencananya untuk misi lebih lanjut. Mereka akan melakukan semacam misi sampel untuk mengambil setiap potensi "penghuni" yang mungkin bersembunyi di sana. Demikian dilansir Daily Galaxy.

Selama bertahun-tahun, beberapa pesawat ruang angkasa mendekati planet tersebut dan menganalisisnya hingga batas tertentu. Namun, mereka tidak tahu banyak tentang Venus seperti halnya Mars. Planet Merah ini dipelajari ilmuwan non-stop dalam beberapa dekade terakhir.

Meski teori-teori muncul dan mulai menunjukkan ada kehidupan di Mars, Venus bisa jadi menyimpan kejutan besar bagi para ilmuwan, khususnya astrobiologist. Namun, misteri itu dinilai cukup mudah dipecahkan. Menurut ilmuwan, cukup dengan mengirimkan balon terbang ke planet itu untuk menangkap kehidupan di atmosfer Venus.

Di permukaan planet Venus, suhu tercatat sangat tinggi. Panasnya bahkan bisa menguapkan raksa dan mengubah timah padat menjadi genangan air. Tingkat tekanannya mencapai 20 kali lipat Bumi, sehingga bisa dipastikan bahan dan struktur kehidupan tidak mungkin ada di planet ini. Jika pun ada, kemungkinan mereka yang bertahan dengan kondisi ini sangatlah minim.

Anehnya, atmosfer Venus justru mirip dengan Bumi. Jaraknya cukup jauh dari permukaan. Awannya bahkan memiliki suhu yang sama, begitu pun tingkat tekanannya. Sejumlah studi, walaupun jumlahnya sedikit, mengatakan bahwa komposisi kimia dari awan ini sangat mirip dengan awan di Bumi sekitar miliaran tahun yang lalu.

Artinya, suasana atmosfer Venus sangat mirip dengan suasana atmosfer Bumi saat terbentuk pertama kali. Atmosfer di Venus dan Bumi sama-sama tidak mengandung asam sulfat. Ini adalah petunjuk yang menjanjikan bagi banyak orang. Bahkan, orang skeptis pun mengakui bahwa ini perlu dieksplorasi lebih lanjut secara rinci.

Terlepas dari banyak temuan yang dianalisis dari Bumi, faktanya ilmuwan merasa perlu untuk mengirim roket jarak jauh untuk mengambil sampel langsung. Hanya dengan cara ini mereka bisa memastikan bahwa kehidupan memang ada atau tidak di permukaan planet tetangga Bumi itu.

Pesawat NASA Berhasil Mendarat di Merkurius Pertama Kalinya

Pesawat Messenger milik badan antariksa NASA telah berhasil mengorbiti Merkurius untuk pertama kali.

Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi Matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak bernamatersebut  sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida setelah menempuh jarak 4,9 miliar mil, atau kurang lebih enam setengah tahun dari Bumi.

Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita. Demikian dilansir Associated Press, Selasa 22 Maret 2011. "Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat," ujar Eric Finnegan, chief engineer Messenger.
Messenger mengelilingi Merkurius dengan jarak sangat dekat, sekitar 120 mil, setara 193 kilometer, di atas permukaan. "Semua orang berteriak dan bersorak-sorai. Kami sangat gembira. Memang, ada banyak pekerjaan menunggu kami. Tapi, setidaknya kami sudah ada di sana sekarang," jelas Finnegan.

Ternyata, Merkurius tidak sulit dicapai. Tapi, harus diingat bahwa ia merupakan planet berbatu dan bertemperatur paling ekstrim di tata surya. Rentang temperatur di permukaannya mencapai 593 derajat Celcius. Suhu di permukaannya bisa mencapai 426 derajat Celcius pada jarak terdekat dengan Matahari dan mencapai -148 derajat Celcius pada tengah malam.

Merkurius memang terkenal memiliki perpindahan temperatur ekstrim dari panas ke dingin. Entah kenapa siang hari jauh lebih lama ketimbang malam hari setiap tahunnya. Dan anehnya, meski planet ini paling dekat dengan matahari,  para ilmuwan menemukan adanya es berton-ton di kawahnya yang gelap.

Messenger direncanakan akan memasuki orbit Merkurius dan berputar-putar selama setahun. Untuk semua tugasnya itu, satelit senilai US$446 juta itu (Rp3,9 triliun), harus mampu bertahan dari tarikan gravitasi matahari.

Merkurius sendiri memiliki orbit yang sangat elips. Rentang jaraknya ke matahari sekitar 29 juta mil (47 juta kilometer) hingga 43 juta mil (69 juta kilometer) untuk jarak terjauhnya. Untuk diketahui, Merkurius mengorbiti matahari setiap 88 hari di Bumi.

Astronot Bisa Mendarat di Asteroid Tahun 2019

Sebuah pesawat NASA yang direncanakan menjadi kendaraan antar jemput ke stasiun ruang angkasa internasional (international space station - ISS) dipamerkan hari ini.

Seperti halnya pesawat biasa, pesawat komersial ini nantinya akan mengangkut para astronot yang ingin berkunjung ke stasiun ruang angkasa pulang pergi.

Pesawat itu bernama Orion. Ia akan beroperasi secara komersial setelah projek senilai US$100 miliar (setara Rp870 triliun) ini ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama. Jika berhasil, ISS bisa menjadi opsi tempat persinggahan baru bagi manusia saat berlibur.

Di sela pameran pesawat tersebut hari ini, NASA juga mengutarakan harapannya kalau pesawat ruang angkasa tersebut juga dapat menjalankan misi jangka panjang untuk meneliti asteroid setidaknya mulai tahun 2019. Menuju ke sana, sementara ini Orion hanya akan mendukung misi perjalanan ke ISS yang berada di atas orbit Bumi.

Untuk memfasilitasi ini, seorang ahli desain bernama Lockheed Martin membangun area ujicoba yang sangat besar di Waterton Canyon, Denver Selatan, di mana Orion bisa berlatih manuver.

Sekadar diketahui, Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor utama NASA untuk proyek Orion. Perusahaan itu mengaku telah merogoh kocek sebesar US$35 juta (setara Rp304 miliar) untuk membangun fasilitas uji coba seluas 41.000 meter persegi. Fasilitas ini disebutnya Space Operations Simulation Center.

Sejatinya, Orion merupakan bagian dari misi ke bulan yang disetujui mantan Presiden AS George W Bush senilai US$100 miliar (setara Rp870 trilun). Misi itu bernama Constellation.

Namun, tahun lalu, Presiden AS Barack Obama membatalkan misi tersebut. Pasalnya, menurut Obama, program luar angkasa tidak hanya berfokus pada teknologi roket yang lebih canggih.

Selang dua bulan, Orion kembali dioperasikan. Tidak untuk melanjutkan misi yang sama, tetapi sebagai kendaraan lepas menuju stasiun ruang angkasa.

NASA kabarnya sedang mempertimbangkan untuk menambah setidaknya dua pesawat ruang angkasa lagi yang didesain terbang rendah di orbit Bumi untuk melayani jasa antar jemput ke stasiun ruang angkasa. Misi jangka panjangnya adalah untuk mendaratkan manusia ke asteroid di ruang angkasa.

Penerbangan antariksa pertama Orion diharapkan mulai tahun 2013. Sementara, misinya untuk mendaratkan manusia di atas asteroid dengan dua pesawat baru lainnya akan dimulai enam tahun kemudian.

Para Peneliti Sukses Memproduksi Sperma Buatan di Lab

Sperma merupakan sel yang kompleks. Ekor, spiral mitokondria bagian tengah, kepala yang memiliki desain khusus sehingga mampu menembus bagian membran luar telur, merupakan hasil dari proses pengembangan yang sangat canggih di dalam testis.

Selama hampir satu abad, peneliti selalu gagal dalam menciptakan proses ini di lab. Namun kali ini peneliti telah semakin dekat. Mereka berhasil menumbuhkan testis dalam cawan dan menggunakan sperma yang diproduksi untuk membuahi tikus.

Menurut para peneliti, temuan ini berpotensi memperbaiki In Vitro Fertilization (IVF) dan teknik inseminasi buatan pada manusia.

Dalam pengujian, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Takehiko Ogawa, pakar reproduksi dari Yokohama City University, Jepang, mencopot testis milik tikus bayi yang baru berusia 2 atau 3 hari. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa testis tikus itu belum punya sperma yang berusia matang.

Peneliti kemudian menempatkan testis tersebut di cawan petri berisi media khusus yang mencakup komponen yang disebut KSR – sering digunakan untuk mengembangkan sistem sel embrio – dan kemudian memelihara testis itu agar tumbuh besar.

Setelah sekitar satu bulan, peneliti mendapati bahwa testis tersebut berkembang normal dan mulai memproduksi sperma. Testis ini juga sudah dimodifikasi sehingga mereka mengeluarkan warna kehijauan jika mereka sudah dewasa.

Saat peneliti mengekstrak sperma dari testis yang dipelihara di cawan tersebut dan menginseminasikannya ke tikus betina, tikus tersebut kemudian hamil dan melahirkan anak-anak tikus yang sehat. Adapun testis yang dipelihara tersebut tetap mampu memproduksi sperma hingga dua bulan kemudian.

Menggunakan metode yang sama, peneliti bahkan mampu memproduksi sperma dari testis muda yang telah dibekukan selama satu bulan.

“Kemampuan memproduksi sperma di luar tubuh hewan memungkinkan kami mempelajari mekanisme pertumbuhan molekular sperma dengan lebih mudah,” ucap Ogawa, seperti dikutip dari Sciencemag.
“Kami yakin bahwa metode ini bisa diaplikasikan pada hewan yang lebih besar,” ucapnya sambil menyebutkan bahwa itu adalah prioritas penelitian berikutnya.

Pada akhirnya, Ogawa dan timnya berharap, teknik mengangkat testis dan memelihara testis hingga tetap memproduksi sperma dengan normal ini juga bisa diterapkan pada manusia.

Meski demikian, masih banyak yang perlu dilakukan. Ogawa masih perlu mengamati metode di mana KSR mendorong pertumbuhan sperma yang sampai saat ini masih belum bisa diketahui. Selain itu, beralih ke pengujian pada testis manusia juga memiliki banyak tantangan.

PT.Telkom Segera Luncurkan Satelit Telkom-3

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan segera meluncurkan Satelit Telkom 3. Satelit ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan data di daerah teresterial yang sulit dijangkau.

"Satelit Telkom-3 akan memperkuat jaringan dengan mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik," ujar Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom dalam keterangannya yang dikutip di acara sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta.

Eddy menjelaskan, proyek Satelit Telkom-3 yang bernilai total sekitar US$200 juta atau setara Rp1,7 triliun itu saat ini tengah dibuat di pabrik satelit ISS-Reshetnev Rusia dengan sub sistem komunikasi yang dibuat oleh Thales Aleniaspace Prancis.

"Satelit Telkom-3 akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze pada akhir tahun ini," tutur Eddy. "Selain untuk keperluan komersial, Satelit ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT serta memenuhi keperluan pemerintah dalam kaitan pertahanan dan keamanan (militer), maupun mendukung operasional perusahaan-perusahaan milik pemerintah," tuturnya.

Di Indonesia, saat ini lebih dari 160 transponder dimanfaatkan untuk GSM backhaul, jaringan data, dan penyiaran. Sementara itu, pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom kurang lebih 101 transponder. Saat ini, keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple meningkat secara signifikan.

Sementara itu, Satelit Telkom-3 berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis Satelit Telkom 3 mencakup: Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).

Eddy menambahkan, dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.

Meskipun Satelit Telkom-3 merupakan satelit pertama Indonesia yang dibeli dari Rusia, tetapi Eddy Kurnia yakin ISS akan mampu menyelesaikan pengadaan Satelit Telkom 3 sesuai jadwal.

Sebelumnya, Telkom telah mengoperasikan Satelit Telkom-2 pada 12 November 2005, yang diluncurkan oleh roket Ariane-5 milik perusahaan ArianeSpace di Kouroue, Guyana, Prancis.

Kabar Maria Ozawa (miyabi) Setelah Terjadinya Tsunami

Banyak penggemar Maria Ozawa alias Miyabi yang menanyakan nasib bintang film asal Jepang itu pascagempa dan tsunami di Jepang. Lewat akun Twitter, Miyabi, pun memastikan kondisinya baik-baik saja.
"Setelah gempa bumi, saya baik-baik saja di kamp bersama semua anggota tim," tulis Miyabi dalam huruf Kanji. Tidak ada informasi apakah akun Twitter tersebut ditulis langsung oleh Miyabi atau tim manajemennya. Ia juga tak memberitahukan di mana posisinya sekarang.
Namun, di akun Twitter itulah biasanya Miyabi berinteraksi dengan penggemarnya. Dalam tulisan terakhirnya disertakan pula tautan ke blog hariannya yang menampilkan gambar sebuah tong yang terbakar. Tidak jelas apa maksud ditampilkannya gambar api tersebut.
Dilihat dari situs blognya itu, Miyabi termasuk rajin menulis pengalamannya sehari-hari. Hampir setiap hari ia menulis kegiatannya. Namun, kebiasaannya menulis di blog sempat terhenti sejak perayaan Valentine.
Miyabi termasuk artis yang sangat dikenal di Indonesia buat para penggemar film porno. Ia semakin dikenal saat membintangi dua film di Indonesia. Bahkan, keterlibatannya dalam industri film Indonesia sempat diprotes.
Produser Maxima Pictures, Ody Mulya, yang telah dua kali bekerja dalam pembuatan film Miyabi di Indonesia mengaku sangat khawatir akan kondisi bintang film porno tersebut. Ia mengaku kehilangan kontak dengan Miyabi sejak gempa mengguncang Jepang.